GorontaloProvinsi Gorontalo

Bank Indonesia dan BLU Bandar Udara Luncurkan Kawasan Non Tunai di Bandara Djalaluddin Gorontalo

25
×

Bank Indonesia dan BLU Bandar Udara Luncurkan Kawasan Non Tunai di Bandara Djalaluddin Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Foto : Istimewa.

GORONTALO – Dalam upaya memperluas ekosistem transaksi digital di ruang publik, Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Djalaluddin Gorontalo dan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Gorontalo, didukung oleh Bank Indonesia Provinsi Gorontalo meresmikan launcing “Kawasan Non Tunai Bandara Djalaluddin Gorontalo” pada hari Senin, 21 September 2026, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Perhubungan Nasional (HarHubNas) Tahun 2026.

Kegiatan peresmian ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya Wakil Gubernur Gorontalo, Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Kepala Bandar Udara Djalaluddin, Forkopimda serta perwakilan dari Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dari tingkat Provinsi, Kota, maupun Kabupaten Gorontalo.

Rangkaian acara peresmian juga memberikan pengalaman langsung kepada para tamu undangan melalui demonstrasi dan simulasi pembayaran parkir menggunakan sistem non tunai di kawasan bandara, yang saat ini sudah dapat dilakukan pembayaran melalui kartu elektronik dan QRIS.

Untuk memperoleh kartu uang elektronik, masyarakat dapat menghubungi bank penerbit (antara lain Bank Mandiri, BCA, BNI dan BRI) atau melalui agen yang ditunjuk seperti minimarket. Sedangkan QRIS dapat langsung digunakan melalui aplikasi mobile banking atau dompet elektronik.

Selain transaksi non-tunai di perparkiran, ekosistem pembayaran non-tunai melalui QRIS juga tersedia pada merchant / toko di area bandara, dan moda transportasi taksi bandara untuk mendukung pengalaman transaksi non-tunai yang lebih mudah dan terintegrasi (seamless) bagi pengunjung.

Kehadiran kawasan non-tunai di Bandara Djalaluddin ini memiliki peran vital dalam mendukung akselerasi program TP2DD di Provinsi Gorontalo. Sebuah bandar udara memiliki peran yang krusial sebagai katalisator utama perekonomian daerah seiring fungsinya sebagai gerbang utama yang merepresentasikan suatu daerah bagi pengunjung yang datang.

Melalui pengalaman di area bandara yang andal, arus mobilisasi barang, jasa, wisatawan, hingga investor dapat berlangsung lebih cepat dan lancar. Oleh karena itu, modernisasi layanan merupakan langkah kunci untuk meningkatkan citra (dignity) serta daya saing Provinsi Gorontalo di mata pendatang maupun calon investor.

Implementasi inovasi digital di ruang publik diharapkan dapat mendorong efisiensi, keamanan bertransaksi, dan optimalisasi pendapatan daerah, sekaligus membentuk kebiasaan masyarakat agar semakin adaptif menggunakan instrumen pembayaran digital.

Langkah strategis ini menjadi capaian transformasi digital Gorontalo yang siap direplikasi secara masif ke berbagai pusat aktivitas publik, seperti pusat perbelanjaan dan layanan kesehatan, guna mewujudkan ekonomi Gorontalo yang inklusif, modern, dan berdaya saing di era digital.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *