DaerahGorontaloNasional

Media Didorong Perkuat Liputan Biodiversitas

24
×

Media Didorong Perkuat Liputan Biodiversitas

Sebarkan artikel ini

Isu keanekaragaman hayati atau biodiversitas dinilai perlu mendapat porsi lebih besar dalam pemberitaan media. Sebab, persoalan biodiversitas tidak hanya menyangkut kelestarian lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan pangan, air, kesehatan, mata pencaharian hingga perekonomian masyarakat.

Hal itu menjadi salah satu fokus dalam Kelas Konservasi Jurnalis untuk Pengarusutamaan Keanekaragaman Hayati Gorontalo yang digelar Burung Indonesia Program Gorontalo melalui proyek Symbiotic. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (22-23/9/2026), di Hotel FOX Kota Gorontalo dan dilanjutkan dengan kegiatan field trip.

Kelas tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas jurnalis dalam mengangkat isu lingkungan dan biodiversitas melalui pendekatan environmental journalism, data journalism, dan solutions journalism.

Sebanyak 43 media lokal, nasional, dan internasional yang memiliki biro peliputan di Provinsi Gorontalo terlibat dalam kegiatan tersebut.

Dalam materi kegiatan disebutkan, Gorontalo memiliki bentang alam yang penting bagi keanekaragaman hayati, mulai dari kawasan hutan, pesisir dan mangrove, ekosistem laut, lahan pertanian hingga habitat berbagai jenis satwa dan tumbuhan khas Sulawesi.

Keanekaragaman hayati tersebut tidak hanya memiliki nilai ekologis. Keberadaannya juga berhubungan erat dengan kehidupan masyarakat, termasuk ketahanan pangan, ketersediaan air, kesehatan, budaya, mata pencaharian, ketahanan terhadap perubahan iklim dan ekonomi daerah.

Namun, isu biodiversitas masih kerap dipandang sebagai persoalan konservasi yang bersifat sektoral. Di sinilah media dinilai memiliki peran penting untuk membawa isu tersebut lebih dekat dengan masyarakat. Jurnalis tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga dapat membantu membuka ruang diskusi publik, mengangkat persoalan ke ruang kebijakan, mempertemukan berbagai kepentingan serta mendorong akuntabilitas pembangunan.

Dalam kelas tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan keanekaragaman hayati dan Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP). Peserta juga diajak memahami biodiversitas Gorontalo dalam agenda pembangunan, jurnalisme konservasi, studi kasus dan analisis berita lingkungan hingga praktik membaca data.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti simulasi story pitching sebagai persiapan untuk menghasilkan liputan mengenai isu biodiversitas di lapangan.

Di hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan editorial clinic. Peserta mereview rancangan liputan, mempelajari teknik wawancara dengan ilmuwan serta memfinalisasi rencana liputan lapangan. Setelah itu, peserta mengikuti field trip ke sejumlah lokasi yang memiliki keterkaitan dengan isu biodiversitas, di antaranya pasar, pelabuhan ikan, taman kota dan situs budaya.

Metode pembelajaran yang digunakan mengusung konsep learning by doing. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi terlibat langsung dalam diskusi, studi kasus, analisis berita, praktik membaca data, wawancara, simulasi story pitching hingga penugasan produksi karya jurnalistik. Komposisi pembelajaran terdiri atas 40 persen teori, 20 persen diskusi, 20 persen praktik dan 20 persen field assignment.

“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami isu dasar biodiversitas dan konservasi serta melihat keterkaitannya dengan pembangunan, ekonomi, pangan, perubahan iklim dan kehidupan masyarakat,” ujar Rosyid salah satu narasumber pada acara tersebut.

Peserta juga ditargetkan mampu menghasilkan story pitch atau rancangan liputan biodiversitas hingga memproduksi berbagai karya jurnalistik, mulai dari artikel, berita, foto, video maupun produk jurnalistik lainnya. Kelas tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem informasi dan komunikasi biodiversitas di Gorontalo.

“Dengan keterlibatan media, isu keanekaragaman hayati diharapkan tidak berhenti sebagai isu lingkungan semata, tetapi semakin kuat menjadi bagian dari diskursus publik dan perhatian dalam agenda pembangunan daerah,” jelasnya. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *