GORONTALO – Cendrawasih FC menunjukkan mental pantang menyerah pada pertandingan Piala Soeratin kelompok usia U13. Sempat tertinggal lebih dulu dari Kreasindo FC, Cendrawasih mampu bangkit dan memaksakan hasil imbang 1-1.
Kreasindo FC membuka keunggulan pada menit ke-4. Gol cepat tersebut membuat Cendrawasih harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan. Perubahan strategi kemudian menjadi kunci kebangkitan Cendrawasih FC. Pelatih Cendrawasih FC, Edo, memilih bermain lebih agresif dengan menurunkan tiga pemain belakang untuk menambah daya dobrak di lini serang.
Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil. Cendrawasih FC berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-62 sekaligus mengamankan satu poin.
“Ini untuk usia dini. Ketika sudah tertinggal, saya sudah kasih materi kepada anak-anak. Tadi kita hanya pakai tiga pemain belakang sehingga menambah daya dobrak untuk menyerang dan berbuah hasil yang baik,” kata Edo, Jumat (21/8/2026).
Hasil imbang ini menjadi modal penting bagi Cendrawasih FC. Namun, Edo menegaskan timnya tidak ingin kembali berbagi angka pada pertandingan terakhir. Cendrawasih membidik kemenangan demi menutup perjalanan dengan raihan tiga poin.
“InsyaAllah optimis. Kita akan raih tiga poin. Dua pertandingan terakhir kita meraih hasil imbang, sehingga kita butuh kemenangan di pertandingan terakhir,” tegasnya.
Sementara itu, pada kelompok U17, Boliyohuto FC tampil meyakinkan setelah menundukkan PS. Boalemo dengan skor telak 3-0. Jalannya pertandingan U13 Kreasindo FC kontra Cendrawasih FC dipimpin wasit Ohorella, dengan Yukarman sebagai asisten wasit 1 dan Ilham sebagai asisten wasit 2. Match commissioner pertandingan adalah Burhanudin.
Dengan hasil ini, persaingan menuju laga berikutnya dipastikan semakin menarik. Cendrawasih kini harus memaksimalkan pertandingan terakhir untuk mengakhiri perjuangan dengan kemenangan. (*)













