GORONTALO – Dukungan terhadap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo untuk menuntaskan perkara dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Gorontalo terus mengalir.
Pelaksana Harian (Plh) Ketua KONI Provinsi Gorontalo, Yakob Tangahu, menegaskan bahwa proses hukum yang sedang berjalan harus dihormati. Ia berharap perkara tersebut segera menemukan titik terang sehingga memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.
“Persoalan hukum yang terjadi di lembaga ini tentu menjadi pembelajaran penting bagi kami. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana proses hukum dapat berjalan dengan baik dan memberikan kepastian hukum,” ujar Yakob.
Menurut Yakob, perkara dugaan korupsi dana hibah KONI Gorontalo kini telah memasuki tahap penyidikan di Kejati Gorontalo. Karena itu, ia berharap proses tersebut dapat segera dituntaskan secara profesional dan objektif.
Di tengah proses hukum tersebut, Yakob memastikan roda organisasi KONI tetap berjalan. Fokus utama, kata dia, adalah menjaga pembinaan atlet dan mempersiapkan sejumlah agenda olahraga nasional.
“Kami memastikan roda organisasi tetap berjalan, terutama dalam menjalankan tugas utama KONI dalam pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga daerah,” katanya.
“Kami tetap fokus pada pembinaan atlet. Ada beberapa agenda nasional yang sementara kami persiapkan. PON Beladiri dan juga persiapan menuju Pra-PON 2027 menjadi perhatian kami,” lanjut Yakob.
Yakob menilai persoalan hukum dan pembinaan olahraga harus berjalan secara proporsional. Proses hukum harus diselesaikan secara profesional dan transparan, sementara kepentingan atlet serta masa depan olahraga Gorontalo tidak boleh ikut terdampak.
“Kami berharap perkara ini dapat segera diselesaikan sehingga ada kepastian hukum. Dengan begitu, organisasi juga bisa lebih fokus dan tidak terus berada dalam bayang-bayang persoalan hukum,” tegasnya.
Menurutnya, kepastian hukum tidak hanya penting bagi pihak-pihak yang menjalani proses hukum, tetapi juga bagi KONI sebagai organisasi yang memiliki tanggung jawab besar terhadap pembinaan atlet dan pencapaian prestasi olahraga Gorontalo.
“Apa yang terjadi saat ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola organisasi, khususnya dalam pengelolaan anggaran dan pertanggungjawaban keuangan,” ungkap Yakob.
Ia menambahkan, KONI akan menjadikan persoalan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan ke depan. Penguatan tata kelola dan pengawasan dinilai menjadi bagian penting agar organisasi olahraga tersebut semakin profesional.
“Kami pun akan mengambil ini sebagai pembelajaran. Ke depan tentu harus ada perbaikan, terutama dalam tata kelola dan pengawasan, agar organisasi semakin baik,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Yakob menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kejaksaan Republik Indonesia yang dinilainya memiliki peran penting dalam penegakan hukum.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2027 yang diperingati setiap 2 September.
“Selamat Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-82. Semoga Kejaksaan semakin profesional, berintegritas dan semakin dipercaya masyarakat dalam menegakkan hukum dan memberikan keadilan,” ucap Yakob.
“Semoga proses hukum berjalan dengan baik, objektif dan memberikan kepastian hukum kepada semua pihak. Kami dari KONI menghormati proses yang sedang berjalan,” pungkasnya. (*)













