GorontaloNasionalProvinsi Gorontalo

BI Gorontalo Padukan Budaya dan Ekonomi Kreatif Lewat HARFEST-GKK 2026

48
×

BI Gorontalo Padukan Budaya dan Ekonomi Kreatif Lewat HARFEST-GKK 2026

Sebarkan artikel ini
Foto: Istimewa/ Bambang Satya Permana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo.

GORONTALO – Kekayaan budaya Gorontalo terus diperkuat sebagai fondasi pengembangan ekonomi kreatif daerah melalui sinergi Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Gorontalo, Dekranasda Provinsi Gorontalo, serta berbagai mitra strategis pada Hulonthalo Art and Craft Festival (HARFEST) dan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 pada 11–13 September 2026.

HARFEST 2026 mengusung tema “Harmoni Kreativitas, Menyulam Warisan, Meningkatkan Daya Saing”, sementara GKK 2026 membawa tema “Ritme Hulondalo, Harmoni Warisan Gorontalo”. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas pasar UMKM, mendorong ekonomi kreatif, menguatkan pariwisata, serta menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

“Melalui HARFEST, kami ingin membuka ruang yang lebih luas agar UMKM dapat meningkatkan kualitas dan inovasi produk, bertemu dengan buyer besar dan konsumen ritel, memperoleh akses pembiayaan, memanfaatkan digitalisasi, serta membangun jejaring usaha yang berkelanjutan,” ujar Bambang Satya Permana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo. Rabu (9/9/2026).

Beragam agenda akan hadir mulai dari festival kuliner, pameran UMKM, seminar dan talkshow, showcase Karawo, pameran olahan kopi, hingga Karawo fashion show. Rangkaian tersebut juga dilengkapi berbagai aktivitas publik seperti kompetisi kreatif, dan ditutup dengan hiburan dari penyanyi nasional, Yura Yunita untuk menghibur masyarakat Gorontalo.

Selain menghadirkan beragam agenda pengembangan UMKM, HARFEST x GKK 2026 juga diarahkan menghasilkan capaian bisnis yang terukur melalui business matching. Fasilitasi penjualan ditargetkan mencapai Rp4,2 miliar melalui pertemuan UMKM dengan buyer, off-taker, aggregator, reseller dan jaringan ritel. Business matching UMKM tidak hanya dengan buyer lokal, namun juga untuk tujuan ekspor.

Sementera business matching pembiayaan ditargetkan sebesar Rp550 juta melalui sinergi dengan perbankan dan lembaga pembiayaan. Pada sisi lain, seluruh ekosistem festival juga akan diperkuat dengan perluasan akseptasi pembayaran digital melalui penggunaan QRIS di area kegiatan, sehingga transaksi selama festival semakin mudah, cepat dan inklusif.

Sejak 2010, Bank Indonesia terus mendukung program pengembangan Karawo melalui peningkatan kualitas, desain dan perluasan akses pasar. Inovasi juga terus didorong, antara lain melalui perpaduan Karawo dengan eco-printing serta pengembangan TENUKALA—Tenun, Karawo dan Leaf Arts yang berhasil masuk Top-20 Impactful Program Citra Nusa.

Penguatan turut dilakukan terhadap UMKM kerajinan dan pangan berbasis komoditas unggulan Gorontalo hingga pengembangan kopi Liberika yang telah memperoleh predikat Specialty Coffee.

Kolaborasi dengan GKK semakin memperkuat pendekatan tersebut. GKK yang kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) menjadi ruang strategis untuk semakin memperkuat Karawo sebagai identitas Gorontalo di tingkat nasional. Daya tarik karnaval diharapkan mampu meningkatkan kunjungan dan eksposur pariwisata.

Sementara itu, festival menjadi ruang untuk menghubungkan arus pengunjung dengan aktivitas ekonomi, sehingga peningkatan kunjungan dapat turut mendorong nilai tambah bagi UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata daerah.

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *