BONPES.COM, Boalemo – Potongan Surat Keputusan Panitia Disiplin Tournament David Cup 2026 yang beredar di tengah masyarakat memicu berbagai pertanyaan dari pecinta sepak bola dan pengamat olahraga di Kabupaten Boalemo. Surat tersebut memuat keputusan resmi mengenai sanksi diskualifikasi terhadap salah satu tim peserta turnamen.
Berdasarkan isi surat, Panitia Disiplin menyebut bahwa pada pertandingan babak delapan besar antara Lobster FC melawan Modelomo United yang berlangsung pada 17 Juli 2026, terjadi dugaan pelanggaran berupa pemukulan terhadap perangkat pertandingan yang dilakukan oleh pemain maupun official tim.
Atas dasar laporan Match Commissioner (MC) dan wasit, serta mengacu pada Pasal 11 ayat (5) poin 3 Juknis Tournament David Cup 2026, Panitia Disiplin kemudian memutuskan menjatuhkan sanksi diskualifikasi kepada Modelomo United. Surat tersebut juga menyatakan bahwa keputusan mulai berlaku sejak 18 Juli 2026.
Secara umum, diskualifikasi merupakan sanksi yang menyebabkan sebuah tim tidak lagi berhak melanjutkan kompetisi. Karena itu, isi surat tersebut dipahami publik sebagai keputusan yang seharusnya menghentikan langkah tim tersebut dalam turnamen.
Namun, polemik muncul setelah beredarnya surat tersebut. Berdasarkan jadwal pertandingan yang diketahui publik, pada 3 Agustus 2026 Modelomo United masih tercatat bertanding melawan Senopati Elang Biru, bahkan kemudian diketahui melaju hingga babak final.
Perbedaan antara isi surat keputusan dan jalannya kompetisi inilah yang menjadi sorotan masyarakat.
Sejumlah pecinta sepak bola menilai terdapat kejanggalan yang perlu dijelaskan secara terbuka oleh penyelenggara maupun pihak yang memiliki kewenangan dalam pembinaan sepak bola di Kabupaten Boalemo.
“Kalau surat itu benar dan berlaku sejak 18 Juli, mengapa pada 3 Agustus tim yang dinyatakan didiskualifikasi masih mengikuti pertandingan? Kalau memang ada perubahan keputusan, mengapa tidak diumumkan secara resmi?” demikian salah satu pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Para pengamat olahraga menilai persoalan ini tidak lagi sebatas mengenai hasil pertandingan, melainkan menyangkut kepastian penerapan aturan dalam sebuah kompetisi. Sebab, setiap keputusan disiplin seharusnya memiliki kepastian pelaksanaan agar tidak menimbulkan kebingungan bagi peserta maupun masyarakat.
Sorotan juga diarahkan kepada PSSI Kabupaten Boalemo. Sebagai organisasi yang memiliki fungsi pembinaan dan pengawasan sepak bola di daerah, sejumlah pihak menilai PSSI Kabupaten Boalemo perlu memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengawasan terhadap pelaksanaan keputusan disiplin tersebut.
Menurut sejumlah pecinta sepak bola, organisasi tidak cukup hanya mengetahui adanya keputusan disiplin. Organisasi juga diharapkan memastikan bahwa setiap keputusan benar-benar dilaksanakan sesuai regulasi. Jika memang terdapat perubahan terhadap keputusan itu, maka perubahan tersebut semestinya disampaikan secara resmi agar tidak menimbulkan berbagai penafsiran.
Hingga berita ini ditulis, perbedaan antara isi Surat Keputusan Panitia Disiplin tertanggal 18 Juli 2026 dengan fakta bahwa Modelomo United masih bertanding pada 3 Agustus 2026 melawan Senopati Elang Biru masih menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Banyak pihak berharap penyelenggara turnamen maupun PSSI Kabupaten Boalemo memberikan penjelasan resmi agar polemik ini tidak terus berkembang dan kepercayaan terhadap penyelenggaraan kompetisi sepak bola di Kabupaten Boalemo tetap terjaga.













