InternasionalOlahragaSepak Bola

Perang Merenggut Penjaga Gawang: Kematian Saleem Al-Ashqar Mengguncang Nurani Dunia Sepak Bola

385
×

Perang Merenggut Penjaga Gawang: Kematian Saleem Al-Ashqar Mengguncang Nurani Dunia Sepak Bola

Sebarkan artikel ini

BONPES.COM 2 Juli 2026 – Di saat jutaan pasang mata menikmati euforia Piala Dunia 2026, kabar duka datang dari Jalur Gaza. Dunia sepak bola kehilangan seorang penjaga gawang Palestina, Saleem Al-Ashqar, yang dilaporkan meninggal dunia dalam konflik yang masih berlangsung di wilayah tersebut.

Kematian Al-Ashqar bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga dan klubnya, tetapi juga kembali menghadirkan pertanyaan besar tentang bagaimana konflik bersenjata terus merenggut kehidupan para atlet yang sejatinya mengabdikan diri di lapangan hijau, bukan di medan perang.

Berdasarkan laporan Anadolu Agency yang mengutip pernyataan resmi Palestinian Football Association (PFA), Saleem Al-Ashqar meninggal akibat tembakan pasukan Israel di kawasan Al-Qarara, timur laut Khan Younis, Jalur Gaza. PFA menyebut kiper berusia 32 tahun itu menjadi salah satu dari ratusan insan olahraga Palestina yang meninggal sejak konflik kembali meningkat pada Oktober 2023.  

Dalam laporan yang sama, klub asal Cile, Deportivo Palestino, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Al-Ashqar.

“Kami sangat berduka atas kematian tragis penjaga gawang Palestina berusia 32 tahun, Saleem Al-Ashqar. Kami menyerukan keadilan dan perdamaian.”  

Peristiwa ini kembali memperlihatkan bahwa sepak bola tidak pernah benar-benar terpisah dari realitas sosial dan politik. Ketika konflik berkepanjangan terjadi, stadion dapat kehilangan pemainnya, klub kehilangan atletnya, dan keluarga kehilangan orang yang mereka cintai.

Di berbagai belahan dunia, sepak bola sering disebut sebagai bahasa universal yang menyatukan manusia tanpa memandang bangsa, agama, maupun latar belakang politik. Namun, konflik bersenjata menunjukkan bahwa nilai-nilai sportivitas dan kemanusiaan masih menghadapi tantangan besar ketika kekerasan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Meninggalnya Saleem Al-Ashqar menjadi pengingat bahwa di balik sorak sorai tribun Piala Dunia, masih ada lapangan-lapangan sepak bola yang sunyi karena perang. Bagi dunia olahraga, setiap atlet yang kehilangan nyawa bukan sekadar statistik, melainkan hilangnya mimpi, karier, dan harapan yang seharusnya tumbuh di atas rumput hijau, bukan berhenti di tengah konflik.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *