GORONTALO – Asa Indonesia merebut prestasi tinggi di cabang olahraga sepak takraw Asian Games Aichi-Nagoya 2026 makin terbuka. Tim regu putra dan putri Indonesia sama-sama sukses mengamankan tiket semifinal setelah melewati lawan masing-masing dengan kemenangan telak.
Tim regu putra tampil perkasa dengan menundukkan Korea Selatan 3-0 pada pertandingan, Rabu (23/9/2026). Hasil serupa juga diraih tim putri yang sukses membungkam tuan rumah Jepang dengan skor 3-0.
Pelatih timnas putri sepak takraw Indonesia, Noldi Suleman Husain, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo kepada para atlet dan pelatih asal Gorontalo yang tampil di Asian Games 2026.
“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo atas support kepada kami pelatih dan atlet sepak takraw Gorontalo yang berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026,” ujar Noldi kepada awak media, Rabu (23/9/2026).
Noldi mengatakan, perjuangan belum selesai. Tim regu putra akan menghadapi Malaysia pada semifinal yang dijadwalkan berlangsung Kamis (24/9/2026) pagi. Sementara itu, tim regu putri Indonesia akan kembali turun ke arena pada Kamis siang untuk menghadapi Korea Selatan.
“Alhamdulillah, untuk nomor tim regu putra setelah mengalahkan Korea Selatan 3-0 tadi pagi, besok akan semifinal melawan Malaysia. Untuk tim putri setelah mengalahkan tuan rumah Jepang 3-0 akan melawan Korea Selatan pada semifinal nanti,” jelas Noldi.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Gorontalo. Kepala Dinas Parekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, memberikan apresiasi atas perjuangan tim putra dan putri Indonesia, khususnya wakil Gorontalo.
“Selamat atas keberhasilan tim putra dan putri Indonesia, khususnya Gorontalo, yang berhasil melaju ke semifinal Asian Games Aichi-Nagoya Japan 2026,” kata Sultan.
Gorontalo memang punya alasan untuk ikut bangga. Tiga atlet putra dan satu pelatih asal daerah ini menjadi bagian dari perjuangan Indonesia di pentas Asia.
“Semoga prestasi lebih baik lagi terus diraih,” harap Sultan.
Kini, satu langkah lagi menuju partai puncak. Putra menantang Malaysia, sedangkan putri menghadapi Korea Selatan. Gorontalo menanti kabar emas dari Aichi-Nagoya. (*)













