BONPES.COM – Euforia Piala Dunia 2026 tidak hanya mengguncang stadion-stadion di Amerika Utara, tetapi juga terasa hingga ke pelosok Gorontalo. Dari warung kopi, teras rumah, pos ronda, hingga media sosial, pembicaraan masyarakat hampir seluruhnya mengarah pada jadwal pertandingan, prediksi skor, hingga peluang negara-negara unggulan meraih gelar juara.
Fenomena ini memperlihatkan besarnya daya tarik sepak bola sebagai olahraga paling populer di dunia. Hampir setiap pertandingan menjadi topik utama percakapan. Tidak sedikit warga yang rela begadang demi menyaksikan tim favorit mereka bertanding. Warung kopi pun dipenuhi penonton, sementara media sosial dipadati komentar, analisis, dan berbagai prediksi hasil pertandingan.
Di sisi lain, muncul sebuah pertanyaan yang layak menjadi bahan refleksi bersama. Mengapa Piala Dunia mampu menyatukan perhatian masyarakat dalam waktu singkat, sementara berbagai persoalan yang terjadi di sekitar kita sering kali tidak memperoleh perhatian sebesar itu?
Padahal, Gorontalo saat ini juga dihadapkan pada berbagai isu yang tidak kalah penting, mulai dari lingkungan hidup, pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat pesisir, lapangan pekerjaan, hingga pelayanan publik. Namun, isu-isu tersebut kerap tenggelam di tengah derasnya arus informasi mengenai Piala Dunia.
Menanggapi fenomena tersebut, tokoh pemuda Boalemo, Iksan Muthalib, mengajak masyarakat agar semangat dan antusiasme yang terlihat selama Piala Dunia tidak berhenti hanya pada urusan sepak bola. Menurutnya, energi besar yang dimiliki masyarakat dalam mengikuti perkembangan olahraga dunia seharusnya juga dapat diarahkan untuk mengawal berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan rakyat.
“Euforia Piala Dunia tentu menjadi hiburan yang menyatukan banyak orang. Namun, perhatian kita terhadap daerah jangan pernah berhenti. Isu-isu kerakyatan seperti kesejahteraan masyarakat, pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pembangunan desa membutuhkan kepedulian yang sama besarnya. Jika kita begitu antusias mengikuti setiap pertandingan, maka semangat itu juga harus hadir dalam mengawal masa depan daerah,” ujar Iksan Muthalib kepada BONPES.COM, Kamis (2/7/2026).
Ia menilai masyarakat Gorontalo memiliki modal sosial yang kuat untuk membangun budaya diskusi dan kepedulian terhadap berbagai persoalan daerah. Momentum Piala Dunia, menurutnya, justru dapat menjadi pengingat bahwa kebersamaan masyarakat adalah kekuatan besar yang dapat diarahkan untuk mendorong perubahan positif.
“Piala Dunia akan berakhir ketika peluit final dibunyikan. Namun, perjuangan membangun daerah tidak mengenal peluit akhir. Kepedulian terhadap persoalan rakyat harus terus hidup, karena masa depan Gorontalo ditentukan oleh sejauh mana masyarakat ikut mengawal setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan publik,” tambahnya.
Piala Dunia akan berakhir ketika peluit final dibunyikan. Namun, tantangan pembangunan daerah akan terus berlangsung. Karena itu, semangat kebersamaan yang lahir dari euforia sepak bola diharapkan tidak berhenti sebagai tontonan semata, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus mengawal kebijakan publik, menyuarakan aspirasi masyarakat, dan memperjuangkan kepentingan rakyat di Gorontalo.













