BONPES.COM-BOALEMO, 24 September 2026-Memperingati Hari Lahir Karang Taruna Nasional ke-66, Karang Taruna Ana’ Sama Desa Bajo menggagas NALAR DESA (Kelas Pemuda Membaca Desa) sebagai ruang belajar bagi generasi muda untuk memahami persoalan desa secara kritis.
Program ini lahir dari gagasan revitalisasi peran pemuda agar tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan sosial, tetapi juga memiliki kemampuan membaca kebijakan, anggaran, pembangunan, pelayanan publik, serta praktik demokrasi di tingkat desa.
Ketua Karang Taruna Ana’ Sama, Ikhsan Muthalib, mengatakan NALAR DESA menjadi bagian dari upaya memperbarui gerakan kepemudaan dengan berpegang pada tiga semangat utama, yakni Bersatu, Bergerak, dan Berdampak.
Menurutnya, pemuda perlu memiliki ruang untuk belajar bersama, memperkuat solidaritas, sekaligus membangun kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Pemuda harus memiliki ruang untuk memahami desanya sendiri. Bukan hanya mengetahui program pemerintah desa, tetapi juga mampu membaca, bertanya, berdiskusi, dan memberikan gagasan terhadap persoalan yang ada,” kata Ikhsan.
NALAR DESA akan dilaksanakan secara berkala setiap bulan dengan materi yang disusun bertahap. Pembahasan dimulai dari pengenalan pemerintahan desa, perangkat dan BPD, kemudian berlanjut pada Dana Desa dan APBDes, demokrasi serta partisipasi warga, kebijakan pembangunan, hingga keterampilan membaca data dan menyusun catatan kritis.
Dalam setiap pertemuan, peserta tidak hanya menerima materi. Mereka akan diajak melalui proses baca, diskusi, bedah kasus, turun ke lapangan, dan menulis sehingga pembelajaran berangkat dari persoalan nyata yang terjadi di desa.
Melalui forum tersebut, Karang Taruna Ana’ Sama berharap lahir generasi muda yang mampu menjadi warga desa yang aktif, kritis, dan konstruktif. NALAR DESA juga diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat keterlibatan pemuda dalam mengawal pembangunan tanpa kehilangan semangat kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.
“Bersatu berarti membangun kebersamaan, bergerak berarti mengambil peran, dan berdampak berarti memastikan kehadiran pemuda memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ikhsan.
NALAR DESA mengusung semangat “Membaca Desa, Mengawal Anggaran, Merawat Demokrasi”, dengan gagasan bahwa desa tidak cukup hanya ditempati, tetapi perlu dipahami dan dibaca oleh warganya sendiri.













