BONPES.COM,Boalemo,Desa Bajau- Upaya memperkuat kapasitas pemuda dalam mengawal hak tenurial laut dan wilayah pesisir terus dilakukan melalui Sekolah Advokasi Pesisir (SADAR), sebuah forum belajar yang digagas oleh JAPESDA. Memasuki pertemuan bulan Juli yang berlangsung pada Jumat (24/7) di Desa Bajau, kegiatan ini kembali menjadi ruang belajar bagi pemuda untuk memperdalam pengetahuan mengenai hak-hak masyarakat pesisir, kebijakan kelautan, serta strategi menghadapi berbagai ancaman terhadap ruang hidup masyarakat nelayan.
Sekolah Advokasi Pesisir merupakan forum pembelajaran yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan sebagai wadah penguatan generasi muda Desa Bajau. Setelah pertemuan perdana pada bulan Juni mendapat sambutan positif, kegiatan kembali dilaksanakan pada bulan Juli dengan semangat dan antusiasme generasi muda yang tetap tinggi. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa forum ini semakin diterima sebagai ruang belajar yang mampu meningkatkan kapasitas pemuda dalam memahami persoalan pesisir sekaligus memperkuat peran mereka dalam mengawal hak-hak masyarakat atas wilayah laut dan pesisir.
Pada pertemuan kali ini, para pemuda mendapatkan penguatan materi mengenai hak tenurial laut, kebijakan pengelolaan wilayah pesisir, pemetaan hak kelola masyarakat, hingga berbagai ancaman terhadap ruang hidup nelayan. Setelah sesi materi, para pemuda dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengidentifikasi persoalan yang terjadi di Desa Bajau, menganalisis akar masalah, serta menyusun strategi dan solusi yang dapat dilakukan secara bersama melalui pendekatan advokasi. Proses diskusi berlangsung aktif sehingga setiap kelompok dapat menyampaikan pandangan, pengalaman, dan gagasan mengenai upaya menjaga hak-hak masyarakat pesisir.
Salah seorang pemuda Desa Bajau yang mengikuti Sekolah Advokasi Pesisir, Ikhsan Muntalib, mengatakan bahwa forum ini menjadi ruang yang sangat penting bagi dirinya dan pemuda lainnya dalam memperkuat pengetahuan sekaligus keberanian untuk mengawal isu-isu pesisir.
“Forum ini sangat membantu kami sebagai pemuda Desa Bajau yang sama-sama mengawal isu pesisir, laut, dan hak tenurial. Melalui SADAR kami belajar tentang pemetaan hak kelola, ancaman perampasan hak-hak laut, bagaimana menghadapi konflik, hingga mendorong solusi terhadap persoalan yang dihadapi nelayan maupun ancaman terhadap lingkungan pesisir. Pengetahuan seperti ini sangat penting agar kami tidak hanya memahami persoalan, tetapi juga mampu ikut mengawal hak-hak masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Fadila Badu, salah satu pemudi Desa Bajau yang mengikuti Sekolah Advokasi Pesisir. Menurutnya, forum tersebut memberikan ruang yang setara bagi perempuan untuk belajar, berdiskusi, dan menyampaikan pandangan mengenai hak-hak masyarakat pesisir.
“Saat ini kami sebagai perempuan mendapatkan ruang untuk belajar bersama. Forum SADAR sangat penting karena kami juga bisa menyuarakan hak-hak kami, termasuk hak orang tua dan keluarga kami yang sejak lama menggantungkan hidup dari wilayah pesisir dan laut. Selain menambah pengetahuan, forum ini juga memberi kesempatan yang sama bagi perempuan untuk ikut membahas persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir,” katanya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari para orang tua. Salah satunya disampaikan oleh Ibu Elis, yang anaknya mengikuti Sekolah Advokasi Pesisir. Menurutnya, kehadiran forum tersebut memberikan manfaat besar karena melibatkan generasi muda dalam memahami berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat nelayan.
“Kami sangat senang program ini hadir di Desa Bajau dan memberikan ruang bagi anak-anak kami untuk belajar. Secara tidak langsung, Sekolah Advokasi Pesisir telah ikut mengawal isu-isu yang selama ini kami hadapi sebagai masyarakat pesisir. Di dalam forum itu anak kami ikut berdiskusi mengenai berbagai persoalan, strategi, dan solusi terhadap masalah yang dihadapi nelayan ketika melaut. Kami mendukung penuh keterlibatan anak-anak dalam program ini karena melalui pengetahuan yang mereka peroleh, mereka dapat menjadi jembatan dalam menyampaikan persoalan masyarakat sekaligus ikut mencari solusi ketika kami menghadapi berbagai tantangan di laut,” ungkapnya.
Melalui proses belajar yang berlangsung secara rutin dan partisipatif, Sekolah Advokasi Pesisir yang digagas oleh JAPESDA diharapkan mampu melahirkan generasi muda Desa Bajau yang memiliki pengetahuan, kemampuan advokasi, dan kepedulian terhadap hak tenurial laut. Forum ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat peran pemuda dalam mengawal kepentingan masyarakat nelayan, mendorong perlindungan hak-hak masyarakat pesisir, serta menjaga wilayah pesisir sebagai ruang hidup yang adil, berkelanjutan, dan berpihak kepada masyarakat pesisir.













