BONPES.COM – POHUWATO, 2 Juli 2026 Embung Iloheluma di Kecamatan Patilanggio kini menjadi salah satu destinasi wisata yang tengah viral di media sosial. Keindahan embung yang dikelilingi perbukitan hijau dan hutan yang masih lebat membuat banyak warga datang untuk menikmati suasana alam, berfoto, hingga sekadar melepas penat pada pagi dan sore hari.
Di balik panorama yang memikat, sejumlah pengunjung mengaku memiliki pengalaman menarik saat berada di kawasan embung. Mereka beberapa kali melihat kemunculan monyet berwarna hitam di pepohonan sekitar embung, terutama pada pagi dan sore hari. Namun hingga kini belum diketahui secara pasti jenis monyet yang terlihat tersebut, sehingga masih memerlukan identifikasi lebih lanjut oleh pihak yang berkompeten.
Salah seorang pengunjung, Ardi, mengaku sempat melihat beberapa ekor monyet saat datang pada pagi hari.
“Waktu datang pagi, saya melihat beberapa monyet hitam muncul di pepohonan sekitar embung. Saya sendiri belum tahu jenis monyet apa itu, tetapi kehadirannya menjadi pengalaman yang menarik karena menunjukkan alam di sini masih cukup terjaga,” ujarnya.
Tidak hanya menjadi tempat menikmati pemandangan, Embung Iloheluma juga dikenal masyarakat sebagai salah satu lokasi memancing. Hampir setiap sore maupun akhir pekan, sejumlah warga terlihat membawa joran untuk mencari ikan di tepian embung.
Salah seorang pemancing yang ditemui di lokasi mengatakan Embung Iloheluma menjadi tempat favoritnya untuk memancing karena airnya masih terlihat bersih dan ikannya masih cukup mudah ditemukan.
“Saya sering datang memancing di sini. Selain suasananya tenang, airnya juga masih jernih. Kalau beruntung, ikan yang saya dapat langsung saya bawa pulang untuk dimasak dan dimakan bersama keluarga,” katanya.
Menurut para pemancing, kondisi air embung yang masih tenang dan relatif bersih menjadi salah satu alasan mereka terus memilih lokasi tersebut dibandingkan tempat lain. Keasrian kawasan juga membuat aktivitas memancing terasa lebih nyaman.
Fenomena itu menghadirkan sisi lain Kabupaten Pohuwato. Di tengah berbagai persoalan lingkungan yang kerap menjadi perhatian publik, terutama pencemaran di sejumlah sungai akibat aktivitas pertambangan, Embung Iloheluma seolah menjadi bukti bahwa Pohuwato masih memiliki bentang alam yang tetap terjaga dan mampu menjadi habitat bagi satwa liar sekaligus sumber kehidupan bagi masyarakat.
Keberadaan monyet yang sesekali terlihat, air embung yang masih bersih, hingga ikan yang masih dapat ditangkap warga menjadi gambaran bahwa kawasan tersebut masih memiliki kualitas lingkungan yang baik. Kondisi seperti ini dinilai perlu dipertahankan agar tidak mengalami kerusakan seperti yang terjadi di sejumlah wilayah lainnya.
Para pengunjung pun berharap meningkatnya popularitas Embung Iloheluma tidak justru membawa dampak buruk terhadap kelestarian kawasan.
“Tempat ini indah karena masih alami. Harapan kami, semua pengunjung ikut menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak fasilitas, dan tidak mengganggu satwa liar agar Embung Iloheluma tetap menjadi kebanggaan Pohuwato,” ujar salah seorang pengunjung.
Semakin banyak orang mengenal Embung Iloheluma, semakin besar pula tanggung jawab bersama untuk menjaganya. Keindahan alam yang masih tersisa ini bukan hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga menjadi simbol bahwa di tengah berbagai tantangan lingkungan, Pohuwato masih memiliki kawasan yang tetap mempertahankan identitas alamnya. Menjaga Embung Iloheluma berarti menjaga warisan alam yang dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.













