BONPES.COM – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo, Bank Indonesia, Perum Bulog, serta pemerintah kabupaten. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah pasar utama di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo sebagai respons atas meningkatnya tekanan inflasi pada Juni 2026. Selasa (14/7/2026).
Kegiatan operasi pasar tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo dan dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, Pimpinan Perum Bulog Gorontalo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo, serta didukung oleh Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo.
Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen strategis TPID dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Langkah ini juga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga komoditas pangan.
Berdasarkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK), Provinsi Gorontalo pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 2,11 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m). Sementara itu, inflasi secara tahunan tercatat sebesar 4,77 persen (year-on-year/yoy).
Tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang utama kenaikan harga di antaranya cabai rawit, bawang merah, tomat, dan beras yang mengalami peningkatan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, pemerintah melakukan intervensi pasar secara terukur dengan menyediakan berbagai komoditas pangan strategis pada harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Upaya tersebut diharapkan mampu menekan gejolak harga sekaligus menjaga keseimbangan pasokan dan distribusi pangan di daerah.
Selain menggelar operasi pasar, TPID Provinsi Gorontalo juga melakukan penyuluhan dan komunikasi langsung kepada para pedagang sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi. Edukasi diberikan agar pelaku usaha bersama-sama menjaga stabilitas harga serta menghindari praktik yang dapat memicu kenaikan harga secara tidak wajar.
Pengawasan secara intensif juga dilakukan terhadap pergerakan harga komoditas BARITO (bawang merah, rica atau cabai rawit, dan tomat), yang selama ini dikenal memiliki tingkat fluktuasi harga cukup tinggi. Di samping itu, pemantauan juga difokuskan pada komoditas penting lainnya seperti beras, minyak goreng, dan daging sapi guna memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
TPID Provinsi Gorontalo mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pedagang serta distributor juga diharapkan dapat menjaga kewajaran harga sehingga stabilitas pasar tetap terpelihara.
Melalui kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, Bulog, dan seluruh pemangku kepentingan, TPID Provinsi Gorontalo optimistis berbagai langkah pengendalian inflasi dapat berjalan efektif. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah, mengendalikan laju inflasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo.













