BONPES.COM– Kain sulam khas Gorontalo, Karawo, kembali membuktikan daya saingnya di panggung mode nasional. Melalui empat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo, Karawo tampil memukau dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), membawa semangat budaya lokal menuju pasar yang lebih luas.
Keikutsertaan Gorontalo pada IFW 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Gorontalo, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) mampu mengangkat potensi ekonomi kreatif daerah ke level nasional. Melalui sentuhan inovasi para desainer dan perajin, Karawo tidak lagi dipandang sebatas busana tradisional, tetapi telah bertransformasi menjadi produk fesyen modern yang relevan dengan perkembangan industri mode.
Empat UMKM binaan Bank Indonesia yang turut ambil bagian dalam ajang bergengsi tersebut menampilkan beragam karya berbasis Karawo, mulai dari busana siap pakai, busana muslim, gaun, hingga tas dan aksesori. Setiap karya menampilkan perpaduan nilai tradisi dan kreativitas, sehingga mampu menarik perhatian pengunjung maupun pelaku industri fesyen nasional.
Penampilan Karawo tahun ini mengusung tema “Karawology”, sebuah konsep yang merepresentasikan ketekunan para perempuan perajin Gorontalo yang selama ini menjadi penjaga warisan budaya daerah. Tema tersebut juga menunjukkan bahwa Karawo memiliki fleksibilitas tinggi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk fesyen yang mengikuti tren tanpa kehilangan identitas budayanya.
Desainer House of Abhie, Abidin A. Ishak, mengatakan Karawo memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang. Menurutnya, Karawo bukan hanya identik dengan pakaian formal, melainkan dapat diaplikasikan ke berbagai produk fesyen sesuai kreativitas para desainer.
Keikutsertaan Gorontalo di Indonesia Fashion Week juga mendapat apresiasi dari Ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan. Ia mengaku bangga melihat perkembangan Karawo yang semakin pesat, baik dari sisi desain, kualitas produk, maupun antusiasme masyarakat.
Menurutnya, partisipasi Gorontalo dalam IFW dari tahun ke tahun menunjukkan hasil yang semakin baik. Hal tersebut menjadi indikator bahwa Karawo mulai diterima sebagai salah satu wastra unggulan Indonesia yang memiliki peluang besar menembus pasar nasional hingga internasional.
Bagi Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, pendampingan terhadap UMKM tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga memperluas akses promosi dan pemasaran. Kehadiran UMKM binaan pada ajang nasional seperti IFW menjadi bagian dari strategi mendorong pelaku usaha agar mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jaringan bisnis.













