BONPES.COM TILAMUTA, BOALEMO — Komunitas Literasi Tolotahu menggelar Loka Karya Literasi Kreatif dan Sastra Daerah di Aula SMP Negeri 1 Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Senin (10/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Kearifan Lokal Melalui Literasi dan Sastra” tersebut diikuti 30 peserta yang terdiri dari perwakilan komunitas literasi se-Kabupaten Boalemo dan pustakawan desa se-Kecamatan Tilamuta.
Loka karya ini menjadi ruang pertemuan bagi pegiat literasi dan pustakawan untuk memperkuat kemampuan menulis sekaligus menggali kembali berbagai nilai budaya dan kearifan lokal yang tumbuh di tengah masyarakat Gorontalo.
Rangkaian kegiatan meliputi pengenalan literasi kreatif dan sastra daerah, penyampaian materi, diskusi, praktik menulis, hingga pengembangan karya sastra yang bersumber dari budaya dan pengalaman lokal.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Gorontalo, Zamzam Hariro, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya mengajak peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kemampuan literasi.
“Manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi semangat bagi kita semua untuk terus mengembangkan literasi yang ada di Kabupaten Boalemo dan tentunya di Gorontalo,” ujar Zamzam.
Ia menilai pengembangan literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga bahasa, budaya, pengetahuan, serta nilai-nilai lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Sementara itu, Ketua Komunitas Literasi Tolotahu, Andrianto R. Bakari, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas dukungan anggaran sebesar Rp50 juta melalui fasilitasi program kegiatan literasi.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program literasi yang diharapkan dapat membuka ruang bagi masyarakat dan pegiat literasi untuk terus berkarya.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas dukungan anggaran untuk fasilitasi program kegiatan literasi. Dukungan ini tentu menjadi tanggung jawab bagi kami untuk melaksanakan kegiatan dengan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Andrianto.
Ia juga mengapresiasi Balai Bahasa Provinsi Gorontalo yang telah memberikan dukungan dan pendampingan kepada Komunitas Literasi Tolotahu hingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.
Andrianto mengatakan, loka karya tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan budaya menulis di Kabupaten Boalemo. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk menggali kembali kearifan lokal Gorontalo yang selama ini belum banyak dikenal maupun didokumentasikan dalam bentuk tulisan.
“Tujuan dilaksanakannya loka karya ini adalah bagaimana meningkatkan budaya menulis yang ada di Kabupaten Boalemo dan menggali kearifan-kearifan lokal yang ada di Gorontalo yang selama ini mungkin jarang diketahui atau belum banyak dituliskan,” ujarnya.
Menurutnya, Gorontalo memiliki kekayaan budaya yang luas dan dapat menjadi sumber inspirasi dalam karya sastra. Tradisi, bahasa daerah, cerita masyarakat, kehidupan pesisir, hubungan manusia dengan alam, hingga pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun merupakan bagian dari kekayaan yang perlu terus dirawat.
Ia menilai, ketika berbagai cerita dan pengalaman tersebut tidak dituliskan, sebagian di antaranya berpotensi hanya tinggal dalam ingatan masyarakat.
“Melalui tulisan, kita bisa merawat cerita yang ada di sekitar kita. Apa yang hari ini dianggap sederhana bisa saja menjadi bagian penting dari sejarah dan kebudayaan kita di kemudian hari,” katanya.
Dalam loka karya tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai teknik penulisan karya sastra, tetapi juga diajak mengembangkan pengalaman dan pengamatan terhadap lingkungan sekitar menjadi sebuah karya.
Peserta kemudian melakukan praktik menulis dengan mengangkat unsur budaya lokal ke dalam berbagai bentuk karya, seperti puisi, pantun, kutipan inspiratif, maupun tulisan kreatif lainnya.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring pegiat literasi dan pustakawan di Kabupaten Boalemo sekaligus mendorong lahirnya karya-karya yang merekam identitas serta kearifan lokal Gorontalo.
Melalui kegiatan ini, literasi diharapkan tidak berhenti pada aktivitas membaca dan menulis, tetapi menjadi ruang untuk merawat ingatan, mengenalkan kebudayaan, dan menjaga cerita lokal agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.













